Archive for the ‘Sociology’ Category

Masyarakat vs Komunitas

Posted 19 Apr 2008 — by Mahmudi Siwi
Category Sociology

Bagi yang belajar sosiologi, maka akan sangat akrab dengan kedua istilah ini, yakni “masyarakat” dan “komunitas”. Lalu apa bedanya antara “masyarakat” dengan “komunitas”.

Masyarakat

Menurut Ralp Linton, masyarakat didefinisikan sebagai kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama dalam waktu yang cukup lama sehingga mereka dapat mengatur dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial. Sedangkan menurut Selo Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Oleh Soekanto, masyarakat dicirikan oleh 4 (empat) unsur, yakni (1) manusia yang hidup bersama; (2) bercampur untuk waktu yang cukup lama; (4) sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan; dan (4) mereka merupakan suatu sistem hidup bersama.

Komunitas

Menurut Murdock, komunitas didefinisikan sebagai kelompok orang-orang dalam jumlah tertentu yang biasa tinggal bersama dalam persekutuan (asosiasi) yang akrab (face to face). Komunitas merupakan kelompok sosial yang bertempat tinggal di lokasi tertentu, memiliki kebudayaan dan sejarah yang sama. Komunitas juga dapat diartikan sebagai satuan pemukiman yang terkecil; di atasnya ada kota kecil (town) dan di atas kota kecil ada kota atau kota besar (city).

Popularity: 7% [?]

Tokoh-tokoh dalam Perkembangan Ilmu Sosiologi

Posted 14 Apr 2008 — by Mahmudi Siwi
Category Sociology

Aguste Comte (1798-1857)

Banyak ahli-ahli sosiologi baik di Indonesia maupun Internasional mengenal tokoh ini sebagai Bapak Sosiologi. Menurut Aguste Comte sosiologi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu social statistics dan social dynamics.

Sebagai social statistics, ilmu sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara sebagai social dynamics, ilmu sosiologi meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan mengalami perkembangan sepanjang masa.

Tiga tahap perkembangan pikiran manusia:

  1. Tahap teologis, ialah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia.
  2. Tahap metafisis, pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas manusia.
  3. Tahap positif, merupakan tahap di mana manusia telah sanggup untuk berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.

Popularity: 100% [?]

Page 2 of 2«12