<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># perjalanan dan berbagi #</title>
	<atom:link href="http://mahmudisiwi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahmudisiwi.net</link>
	<description>Hidup harus memberi manfaat...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 02:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Beda Ekologi Politik dan Politik Lingkungan</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 02:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ecology]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi politik]]></category>
		<category><![CDATA[mahmudi siwi]]></category>
		<category><![CDATA[politik lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (cultural ecology). Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (political ecology) (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan. Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_120" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-120" title="pantai-desa-cigadog-garut" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai di Desa Cigadog, Garut</p></div>
<p>Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (<em>cultural ecology).</em> Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik  itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (<em>political ecology</em>)  (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang  mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan.  Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan lingkungan tidaklah  bersifat netral, melainkan merupakan suatu bentuk <em>politized environment</em> dimana banyak melibatkan aktor-aktor yang berkepentingan baik pada tingkat lokal, regional, maupun global (Bryant 2001) .<span id="more-249"></span></p>
<p>Terdapat beberapa definisi ekologi politik, antara lain  (1)  mempelajari sumber, kondisi dan implikasi politik dari perubahan  lingkungan hidup (Bryant and Bailey 1997); (2) mempelajari  saling-ketergantungan (interdependence) antara unit politik &amp;  saling-keterkaitan (inter-relationship) antar unit politik dengan  lingkungan hidupnya, terutama yang berkenaan dgn konsekuensi politik  dari perubahan lingkungan (Hempel 1996: 150); (3) mempelajari relasi  yang kompleks antara masyarakat dan lingkungan hidupnya melalui analisis  yang cermat atas akses dan kontrol terhadap sumber daya alam  serta  implikasinya bagi kesehatan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan  (Watts 2000: 257); dan (4) Merupakan kombinasi kajian ekologi dan  ekonomi politik (Blaikie &amp; Brookfield 1987).</p>
<p>Sementara antara ekologi politik dan politik lingkungan hidup  (environmental politics) yang seringkali dipersamakan itu ternyata  menurut Bryant dan Bailey (2001) memiliki perbedaan yang cukup mendasar.  Politik lingkungan merupakan bidang kajian dalam ilmu politik terhadap  masalah lingkungan, yakni meneliti dampak isu lingkungan terhadap proses  politik formal serta peran negara dalam pengelolaan lingkungan. Jadi,  perhatian utama kajian ini adalah “only considers the environment in so  far as it intrudes on the formal political process” (Bryant dan Bailey  2001) . Karena itulah, politik lingkungan dianggap berperspektif  teknosentrik daripada ekosentrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Perubahan Sosial</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/melihat-perubahan-sosial/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/melihat-perubahan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 03:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sociology]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi pedesaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita mengatakan bahwa telah terjadi perubahan (untuk selanjutnya ada disebut perubahan sosial) dalam masyarakat. Tapi diperlukan pertanyaan lanjutan terhadap terjadinya perubahan tersebut, misalnya apanya yang berubah? Kira-kira untuk melihat perubahan sosial dalam masyarakat, kita perlu melihat 6 (enam) hal berikut: 1. Identitas Untuk melihat perubahan sosial maka kita perlu menganalisa sejauhmana identitasnya berubah. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><img class=" " src="http://farm4.static.flickr.com/3511/3236066994_04eb11f239.jpg" alt="" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">sosiologi: perubahan sosial</p></div>
<p>Seringkali kita mengatakan bahwa telah terjadi perubahan (untuk selanjutnya ada disebut perubahan sosial) dalam masyarakat. Tapi diperlukan pertanyaan lanjutan terhadap terjadinya perubahan tersebut, misalnya apanya yang berubah? Kira-kira untuk melihat perubahan sosial dalam masyarakat, kita perlu melihat 6 (enam) hal berikut:</p>
<h4>1. Identitas</h4>
<p>Untuk melihat perubahan sosial maka kita perlu menganalisa sejauhmana identitasnya berubah. Hal ini bisa ditujukkan dengan berubahnya pola pekerjaan, struktur sosial, perilaku, pola kekuasaan, organisasi, dan hubungan-hubungan dalam keluarga.<span id="more-242"></span></p>
<h4>2. Level of Change</h4>
<p>Level menunjukkan pada tingkatan mana perubahan sosial terjadi. Atau bisa juga kita ingin melihat/menganalisisi pada tingkatan mana perubahan sosial terjadi. Untuk level kita bisa melihat pada level individu, grup, organisasi, komunitas, masyarakat, dan global.</p>
<h4>3. Durasi</h4>
<p>Durasi perubahan sosia melihat berapa lama perubahan tersebut mampu berjalan. Apakah short term atau long term? Perubahan yang jangka pendek atau perubahan yang jangka panjang? Tapi, perlu diketahui bahwa durasi ini menjadi relatif bagi setiap analisa, maksudnya lama pendeknya waktu tergantung pada perbandingan yang akan digunakan.</p>
<h4>4. Direction</h4>
<p>Direction berbicara pada arah perubahan sosial. Kearah mana perubahan sosial terjadi? Apakah kearah perbaikan atau justru ke arah kehancuran? Kearah pembangunan atau kearah kemunduran?</p>
<h4>5. Magnitude</h4>
<p>Magnitude menunjukkan seberapa besar ukuran perubahan sosial. Perubahan sosial yang radikal, sebagian, revolusioner, atau komprehenship.</p>
<h4>6. Rate of Change</h4>
<p>Rate of change berarti kecepatan perubahan terjadi. Sekilas memang hampir sama dengan durasi. Perbedaannya adalah jika durasi melihat seberapa lama suatu perubahan dapat bertahan, tapi jika rate of change melihat seberapa cepat/lambat suatu perubahan terjadi.</p>
<p>Kira-kira keenam hal terbut yang perlu diperhatikan jika kita ingin melihat perubahan sosial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/melihat-perubahan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasuki Semester 2</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/semester-2/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/semester-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 15:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi pedesaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, kuliah sudah memasuki semester 2. Awal-awal sempat khawatir tentang biaya kuliah, tapi dengan keyakinan bahwa rejeki ada yang ngatur, maka Alhamdlulillah atas seijin Allah saya dipertemukan seseorang yang mau bantu biaya kuliah saya. Benar-benar orang yang baik dan tulus, semoga segala kebaikan dilimpahkan untuk beliau. Dengan berbagai keterbatasan dan kendala selama proses seleksi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_237" class="wp-caption alignright" style="width: 263px"><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2010/02/sama-bagas.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-237" title="sama bagas" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2010/02/sama-bagas-263x300.jpg" alt="" width="263" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">tersenyum</p></div>
<p>Tak terasa, kuliah sudah memasuki semester 2. Awal-awal sempat khawatir tentang biaya kuliah, tapi dengan keyakinan bahwa rejeki ada yang ngatur, maka Alhamdlulillah atas seijin Allah saya dipertemukan seseorang yang mau bantu biaya kuliah saya. Benar-benar orang yang baik dan tulus, semoga segala kebaikan dilimpahkan untuk beliau.</p>
<p>Dengan berbagai keterbatasan dan kendala selama proses seleksi, akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk kuliah di program studi Sosiologi Pedesaan, Sekolah Pascasarjana IPB. Semester 1 ini, saya mengambil empat mata kuliah: struktur dan organisasi sosial, psikologi sosial, teori ekologi manusia, dan teori kependudukan.</p>
<p>Awal kuliah yang berat, maklum kuliah sambil kerja. Dibandingkan dengan temen-temen yang lain, hasil kuliah saya bisa dibilang &#8220;lumayan&#8221; dan saya bersyukur atas pencapaian itu, meskipun belum puas dengan hasilnya.</p>
<p>Semester 2 ini, semoga lebih baik. Masih tetap harus kerja, tapi semoga dapat lebih fokus lagi untuk menyelesaikan kuliah dengan segera, maklumlah tidak ada biaya lebih, jadi kuliahnya musti bisa selesai tepat waktu. Saya Pasti Bisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/semester-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia 2009</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[KKTM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas. Tujuan Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tujuan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengembangkan penalaran mahasiswa agar mampu berfikir secara kritis dan analitis, menemukenali permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, serta menggagas berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan mengoptimalkan pertimbangan terhadap kearifan lokal.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">A. Tema</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Inovasi Ekologi Manusia dalam Mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">B. Bidang Ilmu yang Dikompetisikan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seluruh bidang pengetahuan yang berkaitan dengan ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bidang ilmu yang dikompetisikan dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh bidang ilmu yang ditekuni</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">C. Persyaratan Peserta</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta KKTM adalah mahasiswa yang sedang atau sudah mempelajari ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait dengan ekologi manusia dan bersedia mengikuti kegiatan “Conference of Human Ekologi Student of Indonesia (COHESI)”, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24-25 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta dapat berkelompok 2-3 orang atau perseorangan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Setiap perguruan tinggi boleh mengirimkan maksimal 5 karya tulis ilmiah</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada kompetisi lain di luar dan di dalam lingkup Ditjen Dikti, kecuali pada rangkaian proses KKTM ini (informasi lebih lengkap: website: http//fema.ipb.ac.id/bem)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">D. Jadwal Perlombaan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Pendaftaran peserta “DIPERPANJANG” bersamaan dengan batas waktu pengumpulan karya tulis, yaitu pada tanggal  2 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta atau masing-masing kelompok membayar biaya pendaftaran:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebelum tanggal 7 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tanggal 8-20 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tanggal 20 September-2 Oktober akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Pembayaran melalui rekening BRI a.n. Aminia Novriani dengan 0916 01 023786 53 3</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Naskah karya tulis sudah harus diterima panitia (softcopy dan hardcopy) selambat-lambatnya pada tanggal 2 Oktober 2009. (Soft copy dapat dikirimkan melalui email cohesi)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Alamat:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ruang Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia, IPB</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Gedung FEMA IPB</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Telp./fax: 0251-8629227</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Email: cohesi_ipb@yahoo.com</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Website: http//fema.ipb.ac.id/bem</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta KKTM yang terpilihsebagai 5 karya terbaik dari semua perguruan tinggi berhak mempresentasikan karyanya di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">E. Hadiah</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara I : sebesar Rp. 2.500.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara II : sebesar Rp. 1.500.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara III : sebesar Rp. 1.000.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Panduan dan formulir pendaftaran dapat di download disini.</div>
<p><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/09/DSC_0166.JPG" onclick=""><img class="alignright size-medium wp-image-226" title="DSC_0166" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/09/DSC_0166-300x198.jpg" alt="DSC_0166" width="300" height="198" /></a>Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas.</p>
<h4>Tujuan</h4>
<ol>
<li>Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.</li>
<li>Mengembangkan penalaran mahasiswa agar mampu berfikir secara kritis dan analitis, menemukenali permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, serta menggagas berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan mengoptimalkan pertimbangan terhadap kearifan lokal.<span id="more-224"></span></li>
</ol>
<h4>Tema</h4>
<p>“Inovasi Ekologi Manusia dalam Mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat”</p>
<h4>Bidang Ilmu yang Dikompetisikan</h4>
<ol>
<li>Seluruh bidang pengetahuan yang berkaitan dengan ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait</li>
<li>Bidang ilmu yang dikompetisikan dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh bidang ilmu yang ditekuni</li>
</ol>
<h4>Persyaratan Peserta</h4>
<ul>
<li>Peserta KKTM adalah mahasiswa yang sedang atau sudah mempelajari ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait dengan ekologi manusia dan bersedia mengikuti kegiatan “Conference of Human Ekologi Student of Indonesia (COHESI)”, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24-25 Oktober 2009</li>
<li>Peserta dapat berkelompok 2-3 orang atau perseorangan</li>
<li>Setiap perguruan tinggi boleh mengirimkan maksimal 5 karya tulis ilmiah</li>
<li>Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada kompetisi lain di luar dan di dalam lingkup Ditjen Dikti, kecuali pada rangkaian proses KKTM ini (informasi lebih lengkap: website: <a href="http//fema.ipb.ac.id/bem" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/fema.ipb.ac.id');">http//fema.ipb.ac.id/bem</a>)</li>
</ul>
<h4>Jadwal Perlombaan</h4>
<ul>
<li>Pendaftaran peserta bersamaan dengan batas waktu pengumpulan karya tulis, yaitu pada tanggal  2 Oktober 2009</li>
<li>Peserta atau masing-masing kelompok membayar biaya pendaftaran:</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Sebelum tanggal 7 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000,-/kelompok</li>
<li>Tanggal 8-20 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-/kelompok</li>
<li>Tanggal 20 September-2 Oktober akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,-/kelompok</li>
<li>Pembayaran melalui rekening BRI a.n. Aminia Novriani dengan 0916 01 023786 53 3</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Naskah karya tulis sudah harus diterima panitia (softcopy dan hardcopy) selambat-lambatnya pada tanggal 2 Oktober 2009. (Soft copy dapat dikirimkan melalui email cohesi)</li>
</ul>
<blockquote><p>Alamat:  Ruang Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia, IPB</p>
<p>Gedung FEMA IPB, Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680</p>
<p>Telp./fax: 0251-8629227</p>
<p>Email: cohesi_ipb@yahoo.com</p>
<p>Website: http//fema.ipb.ac.id/bem</p></blockquote>
<ul>
<li>Peserta KKTM yang terpilihsebagai 5 karya terbaik dari semua perguruan tinggi berhak mempresentasikan karyanya di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24 Oktober 2009</li>
</ul>
<h4>Hadiah</h4>
<ol>
<li>Juara I : sebesar Rp. 2.500.000,00 dan trophy</li>
<li>Juara II : sebesar Rp. 1.500.000,00 dan trophy</li>
<li>Juara III : sebesar Rp. 1.000.000,00 dan trophy</li>
</ol>
<h4>Panduan dan Formulir Pendaftaran</h4>
<p>Panduan dan formulir pendaftaran dapat di download <a href="http://fema.ipb.ac.id/bem/?page_id=65" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/fema.ipb.ac.id');">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ontologi, Epistemologi, dan Axiologi</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/ontologi-epistemologi-dan-axiologi/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/ontologi-epistemologi-dan-axiologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 15:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[axiologi]]></category>
		<category><![CDATA[epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[ontologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai mahasiswa tentu tugas akhirnya adalah melakukan penelitian, dan output dari penelitian bagi mahasiswa tingkat sarjana (S1) adalah skripsi atau thesis bagi mahasiswa tingkat S2. Dalam pengamatan saya selama menjadi asisten beberapa matakuliah di kampus IPB, mahasiswa terutama mahasiswa S1 seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan topik penelitiannya. Oke, mari kita sama-sama menyimak sebuah kisah, semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/08/DSC_00321.JPG" onclick=""><img class="alignright size-medium wp-image-220" title="DSC_0032" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/08/DSC_00321-300x198.jpg" alt="DSC_0032" width="300" height="198" /></a>Sebagai mahasiswa tentu tugas akhirnya adalah melakukan penelitian, dan output dari penelitian bagi mahasiswa tingkat sarjana (S1) adalah skripsi atau thesis bagi mahasiswa tingkat S2. Dalam pengamatan saya selama menjadi asisten beberapa matakuliah di kampus IPB, mahasiswa terutama mahasiswa S1 seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan topik penelitiannya. Oke, mari kita sama-sama menyimak sebuah kisah, semoga dapat menginpirasi untuk penelitian. Kira-kira begini kisahnya:<span id="more-218"></span></p>
<blockquote><p>Pada suatu ketika di negeri Arab (anggap saja begitu), terdapat orang yang sangat terkenal dengan keahliaannya memainkan jarum jahit pakaian. Dia mampu menembakkan jarum tersebut, ke lubang jarum yang lain dari jarak 5 meter.</p>
<p>Keahlian orang tersebut sampai terdengarlah ke Sang Raja, dan Sang Raja tersebut memerintahkan kepada abdi kerajaan untuk memanggil orang tersebut dan memperagakan di depannya. Benar saja, Sang Raja sangat terkagum-kagum dengan keahlian yang dimiliki oleh orang tersebut, dan Raja memberikan hadiah 100 dirham. Tapi setelah mengambil uang tersebut, dia justru mendapat cambukan 100 kali. Kagetlah orang tersebut, lalu bertanya kepada Sang Raja:</p>
<p>Hamba    : “Wahai Raja, kenapa saya diberi hadiah 100 dirham, lalu saya di cambuk 100 kali?”</p>
<p>Sang Raja: “Saya memberikan hadiah karena saya takjub dengan keahlian yang kamu miliki. Dan saya memberikan cambukan karena saya menyesal dengan keahlian yang kamu miliki.”</p>
<p>Hamba: “kenapa menyesal, Baginda?”</p>
<p>Sang Raja: “Karena buat apa memiliki keahlian seperti itu. Apakah mungkin seorang penjahit untuk memasukkan benangnya melakukan dengan cara seperti kamu? Keahlian kamu itu, tidak memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kamu”.</p></blockquote>
<p>Dari cerita tersebut dapat dijelaskan seperti yang telah dijelaskan oleh Suriasumantri (1981:4-5) tentang hubungan falsafah dengan ilmu. Ilmu pengatahun selalu didasari oleh 3 (tiga) hal, yakni dasar ontology, dasar epistemology dan dasar axiology. Lalu apa yang membedakan dari ketiga dasar tersebut?</p>
<p>Suriasumantri (1981) dalam Wahyuni dan Muljono (2007) menjelaskan bahwa ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, atau suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”. Epistemologi adalah untuk menjawab, bagaimana cara kita mendapatkan pengetahuan mengenai obyek tersebut. Sedangkan axiologi adalah tentang apa kegunaan pengetahuan tersebut.</p>
<p>Jadi, perbedaan ontologi, epistemologi dan axiologi dapat disederhanakan bahwa onotologi = apa yang ingin diketahui, epistemologi = metode mendapatkan pengetahuan, dan axiologi = manfaat/kegunaan pengetahuan tersebut.</p>
<p>Nah, mungkin kita bertanya, apa hubungannya dengan menentukan topik penelitian? Topik penelitian kita bisa jadi secara ontologi dan epistemologi benar, tapi belum tentu secara axiologi penelitian kita akan bermanfaat bagi masyarakat luas, seperti yang terjadi dalam kisah diatas. Lalu musti bagaimana? Saya berpendapat bahwa penelitian mahasiswa tingkat sarjana (S1) wajib memiliki kebenaran ontologi dan epistemologi, namun akan lebih baik lagi jika secara axiologi memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat luas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/ontologi-epistemologi-dan-axiologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ringkasan Buku: Kesetaraan Gender dalam Organisasi Kemahasiswaan: Harapan dan Realita</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/ringkasan-buku-kesetaraan-gender-dalam-kelembagaan-kemahasiswa-harapan-dan-realita/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/ringkasan-buku-kesetaraan-gender-dalam-kelembagaan-kemahasiswa-harapan-dan-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 06:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan gender]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, langkah awal untuk menjadikan skripsi menjadi sebuah buku dimulai juga. Inilah ringkasan dari isi skripsi saya, masih asli, belum ada tambahan-tambahan. Sangat membuka diri untuk menerima masukan dari siapa saja demi terwujudnya buku ini. Semoga tetap konsisten menjaga semangat. Amiin&#8230; SEMANGAT&#8230;3x. RINGKASAN Gender merupakan konstruksi sosial budaya relasi laki-laki dan perempuan. Relasi tersebut dibangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/06/thumbnail-FB.jpg" onclick=""><img class="alignright size-medium wp-image-213" title="thumbnail FB" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/06/thumbnail-FB-300x293.jpg" alt="thumbnail FB" width="300" height="293" /></a>Akhirnya, langkah awal untuk menjadikan skripsi menjadi sebuah buku dimulai juga. Inilah ringkasan dari isi skripsi saya, masih asli, belum ada tambahan-tambahan. Sangat membuka diri untuk menerima masukan dari siapa saja demi terwujudnya buku ini. Semoga tetap konsisten menjaga semangat. Amiin&#8230; SEMANGAT&#8230;3x.</p>
<h3>RINGKASAN</h3>
<p>Gender merupakan konstruksi sosial budaya relasi laki-laki dan perempuan. Relasi tersebut dibangun atas pemahaman peranan yang akan dimainkan oleh laki-laki dan perempuan di masyarakat. Sifatnya yang merupakan konstruksi sosial budaya, maka sangat kontekstual berdasarkan <em>setting</em> sosial budaya di suatu masyarakat. Sifat tersebut juga menyebabkan konstruksi gender dapat mengalami perubahan dan dapat dipertukarkan satu dengan yang lainnya. Namun, gender sebagai salah satu nilai sosial yang berlaku di masyarakat memiliki sifat yang cenderung untuk dipertahankan sebagaimana nilai sosial yang lainnya.<span id="more-198"></span></p>
<p>Saptari (1997; 43-105) mengungkapkan bahwa pada masyarakat Indonesia yang cenderung patriarkhis masih terdapat pendikotomian nilai dan peran gender yang merupakan gambaran dari konstruksi sosial budaya relasi laki-laki dan perempuan. Pada dasarnya munculnya dikotomi tersebut tidak akan menjadi masalah selama dikotomi tersebut tidak menyebabkan merendahkan yang lain baik laki-laki maupun perempuan. Namun, pada masyarakat ditemukan pendikotomian yang merendahkan jenis kelamin tertentu dan yang lebih banyak menjadi korban adalah perempuan (Fakih, 1996; Saptari, 1997, 43-105). Hal tersebut dapat dilihat dari pembagian peranan yang diterima oleh laki-laki dan perempuan. Peran publik adalah sesuatu yang dianggap sebagai peran laki-laki, sedangkan peran domestik adalah sesuatu yang dianggap sebagai peran perempuan.</p>
<p>Nilai dan peran gender yang timpang tersebut masih berlaku di masyarakat. Hal ini disebabkan adanya proses sosialisasi yang terjadi pada lingkungan sosial setiap individu. Mahasiswa sebagai individu juga tidak luput dari proses sosialisasi nilai dan peran gender tersebut. Proses sosialisasi dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni agen sosialisasi, proses atau cara sosialisasi, dan isi sosialisasi.</p>
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa (1) proses sosialisasi nilai dan peran gender pada mahasiswa di lingkungan sosialnya yang terbagi dalam tiga wilayah, yakni keluarga, tempat kost dan perkuliahan; (2) karakteristik organisasi kemahasiswaan dan peranannya dalam sosialisasi nilai dan peran gender terhadap mahasiswa; dan (3) perilaku mahasiswa dalam berorganisasi yang dilihat dengan pendekatan gender.</p>
<p>Penelitian ini dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Desa Darmaga, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat selama 2 (dua) bulan mulai bulan September 2003 sampai dengan Oktober 2003. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Subyek penelitian dipilih berdasarkan tipologi organisasi yang telah ditentukan terlebih dahulu.</p>
<p>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : <em>pertama</em>, pada ketiga wilayah lingkungan sosial mahasiswa (keluarga, kost dan kampus) terjadi perbedaan dalam sosialisasi nilai peran dan gender mahasiswa dengan nilai dan peran gender yang berlaku di masyarakat. Hal tersebut disebabkan prosesnya yang lebih terbuka dan demokratis sehingga memunculkan pemahaman baru pada orang tua tentang relasi laki-laki dan perempuan.</p>
<p><em>Kedua</em>, sosialisasi nilai dan peran gender juga terjadi ketika mahasiswa telah masuk dalam organisasi. Sosialisasi nilai dan peran gender yang terjadi ketika masih aktif dalam organisasi justru lebih kuat dalam mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam berorganisasi.</p>
<p><em>Ketiga</em>, pada tipologi organisasi yang berbeda dengan dicirikan oleh karakteristiknya, menyebabkan pembagian kerja gender yang berbeda pula. Organisasi seperti BKIM IPB, HMI Cabang Bogor dan AGRIASWARA pembagian kerja yang terjadi antara pengurus laki-laki dan perempuan tidak disandarkan pada jenis kelamin, melainkan berdasarkan diskripsi kerja jabatan. Namun, pada BEM KM IPB, DPM KM IPB dan MENWA pembagian kerjanya masih dilandasi stereotipe terhadap mahasiswa perempuan. Stereotipe bahwa mahasiswa perempuan adalah individu yang ulet, teliti, rajin, rapi, dan tekun menyebabkan pengurus perempuan dalam organisasi BEM KM IPB, DPM KM IPB dan MENWA masih menempati posisi yang merupakan kepanjangan dari peran domestik perempuan.</p>
<p><em>Keempat</em>, mahasiswa IPB baik laki-laki maupun perempuan memiliki akses yang sama untuk aktif di kepengurusan dalam organisasi kemahasiswaan. Kesempatan tersebut terbuka dan berlaku untuk semua kasus organisasi yang dijadikan subyek penelitian. Namun, mahasiswa perempuan belum memiliki control yang sama seperti mahasiswa laki-laki seperti yang tergambar pada organisasi BEM KM IPB, DPM KM IPB dan MENWA.</p>
<p><em>Kelima</em>, berdasarkan alat analisa GAD (Gender and Development), yakni pembagian kerja gender, akses dan kontrol terhadap sumberdaya serta manfaat yang diperoleh, maka perilaku berorganisasi mahasiswa IPB dipengaruhi oleh permasalahan struktural dan sistem keorganisasian di IPB.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/ringkasan-buku-kesetaraan-gender-dalam-kelembagaan-kemahasiswa-harapan-dan-realita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KELEMBAGAAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA MISKIN PADA MASYARAKAT PETANI DAN NELAYAN</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/sinopsis-penelitian-s2-saya/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/sinopsis-penelitian-s2-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 14:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[S2]]></category>
		<category><![CDATA[sinopsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mahmudi Siwi Paradigma pembangunan nasional telah bergeser dari pendekatan top down ke arah pendekatan yang lebih mengutamakan peran aktif masyarakat, salahsatunya melalui program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas diri dan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk untuk mengatasi kemiskinan. Penelitian  “Kelembagaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_215" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"></p>
<div style="text-align: auto;"><strong><br />
</strong></div>
<p><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/04/tumb-FBku.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-215" title="tumb FBku" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/04/tumb-FBku-300x260.jpg" alt="pergi memancing" width="300" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">pergi memancing</p></div>
<p>Oleh: Mahmudi Siwi</p>
<p>Paradigma pembangunan nasional telah bergeser dari pendekatan top down ke arah pendekatan yang lebih mengutamakan peran aktif masyarakat, salahsatunya melalui program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas diri dan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk untuk mengatasi kemiskinan.</p>
<p><span id="more-193"></span></p>
<p>Penelitian  “Kelembagaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin pada Masyarakat Petani dan Nelayan”  ini bertujuan untuk memahami peran kelembagaan dalam proses pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan.  Untuk menjelaskan tujuan tersebut, maka secara khusus penelitian ini akan menggali dan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Menganalisis kelembagaan lokal dalam pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan.</li>
<li>Menggambarkan dan menganalisis proses-proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan</li>
<li>Merumuskan strategi pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat setempat dalam upaya penanggulangan kemiskinan.</li>
</ol>
<p>Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebuah gambaran yang menyeluruh tentang kelembagaan lokal dalam proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada 2 (dua) komunitas yang berbeda, yakni komunitas petani dan komunitas nelayan. Secara terperinci keluaran penelitian adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Deksripsi mengenai kelembagaan lokal yang mendukung dan menghambat dalam upaya pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan,</li>
<li>Proses-proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan,</li>
<li>Strategi pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat setempat dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dan</li>
<li>Model pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan untuk penanggulangan kemiskinan.</li>
</ol>
<p>Penelitian ini akan dilaksanakan secara kualitatif dengan strategi studi kasus di dua lokasi berbeda dan komunitas yang berbeda, yakni petani dan nelayan. Pada masing-masing komunitas akan dilakukan pengamatan, wawancara mendalam dan FGD dengan responden keluarga miskin.</p>
<p>Tulisan ini merupakan sinopsis penelitian S2 saya untuk persyaratan pendaftaran sekolah pascasarjana IPB. Semoga ini merupakan langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik&#8230; Amiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/sinopsis-penelitian-s2-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DISKUSI TERBUKA: LET’S CSR ON CAMPUS</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/diskusi-terbuka-let%e2%80%99s-csr-on-campus/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/diskusi-terbuka-let%e2%80%99s-csr-on-campus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 07:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[FEMA IPB]]></category>
		<category><![CDATA[LETS CSR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusahaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional. CSR saat ini juga tengah menjadi inovasi bagi hubungan dengan masyarakat (dalam arti luas) sekitarnya di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Konsep CSR dikenal sejak tahun 1970an [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusahaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional. CSR saat ini juga tengah menjadi inovasi bagi hubungan dengan masyarakat (dalam arti luas) sekitarnya di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Konsep CSR dikenal sejak tahun 1970an sebagai kumpulan kebijakan yang berhubungan dengan stakeholder, nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum, penghargaan masyarakat dan lingkungan, serta komitmen badan usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.<span id="more-189"></span></p>
<p>Dunia saat ini sedang menghadapi krisis global, tidak hanya bersumber pada krisis ekonomi yang semakin hari semakin terasa dampaknya, tapi juga terjadinya krisis lingkungan, sosial, pangan, dan energi. Namun ditengah berbagai terpaan krisis global tersebut, tentu penerapan CSR sebagai sebuah standar beroperasinya perusahaan dapat menjadi salah satu jalan atau upaya untuk turut mengurangi dampak dari krisis tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEMA IPB akan menyelenggarakan diskusi terbuka dengan tema “Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Strategi Perusahaan Menghadapi Krisis Global”.</p>
<h4>Topik dan Pembicara</h4>
<ol>
<li>Peran Perguruan Tinggi dalam Mempersiapkan SDM di bidang CSR (Prof. Dr. Hardinsyah, Dekan FEMA IPB)</li>
<li>Peluang dan Tantangan Penerapan CSR di Indonesia (Jalal, Direktur A+ CSR Indonesia)</li>
<li>CSR sebagai Strategi Perusahaan dan Perannya dalam Mengatasi Masalah Kemiskinan (Suwandi, Vice President CSR PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk)</li>
<li>CSR sebagai Strategi Perusahaan dan Perannya dalam Mengatasi Krisis Ekologi (Kuky Permana, Direktur SDM PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk)</li>
</ol>
<h4>Waktu dan Tempat</h4>
<ul>
<li>Hari/Tanggal: Sabtu tanggal 18 April 2009,</li>
<li>Tempat: Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga – Bogor.</li>
</ul>
<h4>Pendaftaran &amp; Peserta</h4>
<ul>
<li>Kegiatan diskusi Let’s CSR on Campus terbuka untuk umum,  peserta yang terdiri dari mahasiswa, staf dosen, tamu undangan (rekan, kolega dan mitra) FEMA IPB dan kalangan media.</li>
<li>Bagi mahasiswa dan dosen IPB untuk pendaftaran dapat mengunjungi stand pendaftaran di koridor Faperta dan FEMA IPB.</li>
<li>Pendaftaran tanggal 30 Maret 2009 – 10 April 2009 tidak dikenakan biaya (GRATIS), tapi dikenakan uang jaminan kehadiran sebesar Rp 5.000,- yang akan dikembalikan saat peserta menghadiri pembicara.</li>
<li>Pendaftaran setelah tanggal 10 April 2009 dikenakan biaya Rp 10.000,-.</li>
<li>Formulir pendaftaran dapat di download disini: <a href="http://fema.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2009/03/formulir-pendaftaran.doc" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/fema.ipb.ac.id');">formulir-pendaftaran</a>.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/diskusi-terbuka-let%e2%80%99s-csr-on-campus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mulai melangkah kecil</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/mulai-melangkah-kecil/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/mulai-melangkah-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 03:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[lompatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti yang sudah dilakukan oleh saudara saya dalam akhir-akhir ini yang telah mengambil lompatan dalam hidup, yang membuat saya salut dengan lompatan-lompatan yang telah di gapai. Tentu semua itu berkat rencana hidup dan tekad yang tertata dengan baik. Saat ini, saya justru baru mulai melangkah kecil dengan apa yang telah sejak lama dicita-citakan. Langkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_187" class="wp-caption alignright" style="width: 300px"><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/03/mulai-melangkah.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-187" title="mulai-melangkah" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/03/mulai-melangkah-300x230.jpg" alt="Langkah Pertama Anak Saya" width="300" height="230" /></a><p class="wp-caption-text">Langkah Pertama Anak Saya</p></div>
<p>Tidak seperti yang sudah dilakukan oleh <a href="http://nurudin.jauhari.net" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/nurudin.jauhari.net');" target="_blank">saudara saya</a> dalam akhir-akhir ini yang telah mengambil lompatan dalam hidup, yang membuat saya salut dengan lompatan-lompatan yang telah di gapai. Tentu semua itu berkat rencana hidup dan tekad yang tertata dengan baik. Saat ini, saya justru baru mulai melangkah kecil dengan apa yang telah sejak lama dicita-citakan. Langkah sebenarnya sangat menentukan dalam karir pekerjaan saya. Pertimbangan demi pertimbangan sedang berkecamuk dalam alam pikiran saya, konsultasi sana sini untuk mendapatkan masukan terbaik. Terimakasih pada orang-orang yang sangat membantu saya.</p>
<p>Ada beberapa langkah yang dalam waktu dekat ini saya ambil. Salahsatunya,  melanjutkan kuliah S2 untuk membuka peluang menjadi dosen tetap di <a href="http://ipb.ac.id" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/ipb.ac.id');" target="_blank">Institut Pertanian Bogor</a>. Saat ini muncul kebingungan untuk mengambil program studi Komunikasi atau Sosiologi Pedesaan, tapi sepertinya lebih condong untuk mengambil di Sosiologi Pedesaan. Semoga langkah kecil yang saya ambil ini menjadi pendorong untuk terus melangkah dan membuat lompatna yang lebih besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/mulai-melangkah-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Be Yourself: Langkah Penting Memulai Ngblog</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/be-yourself-langkah-penting-memulai-ngblog/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/be-yourself-langkah-penting-memulai-ngblog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 14:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[be yourself]]></category>
		<category><![CDATA[memulai ngblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin pengalaman saya ini bisa jadi juga dialami oleh orang lain dan sudah banyak pula yang menuliskan dan membahas. Tapi buat saya ini menjadi penting karena ini adalah titik tolak saya dalam berkontribusi dalam dunia blog. Saya memang belum lama aktif di blog, bisa dilihat dari arsip tulisan saya yang baru dimulai Maret 2008. Bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 300px"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3505/3184332483_cb4ef85450.jpg?v=0" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/farm4.static.flickr.com');"><img style="margin: 6px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3505/3184332483_cb4ef85450.jpg?v=0" alt="Di Pantai Santolo, Pameungpeuk, Garut (Foto by Rais Sonaji)" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Di Pantai Santolo, Pameungpeuk, Garut (Foto by Rais Sonaji)</p></div>
<p>Mungkin pengalaman saya ini bisa jadi juga dialami oleh orang lain dan sudah banyak pula yang menuliskan dan membahas. Tapi buat saya ini menjadi penting karena ini adalah titik tolak saya dalam berkontribusi dalam dunia blog. Saya memang belum lama aktif di blog, bisa dilihat dari arsip tulisan saya yang baru dimulai <a href="http://mahmudisiwi.net/2008/03/" onclick="" target="_self">Maret 2008</a>.</p>
<p>Bagi yang ingin memulai menulis di blog (baca: pemula), bisa jadi mengalami &#8220;kegelisahan&#8221; seperti yang saya alami. Awal-awal ketika saya menulis blog, timbul pertanyaan mendasar, gaya tutur kata, kalimat dan bahasa yang seperti apa yang harus saya gunakan dalam blog saya? Karena banyak sekali blog-blog yang berkualitas dengan gaya bahasa yang berbeda. Ada yang seperti <a href="http://nurudin.jauhari.net" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/nurudin.jauhari.net');" target="_blank">guru saya dalam blog</a>, ada seperti <a href="http://pitutur.net" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/pitutur.net');" target="_blank">si mbah pitutur</a>, ada seperti <a href="http://nonadita.com/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/nonadita.com');" target="_blank">adik kelas saya di kampus IPB</a> (maaf saya kadang ingat, kadang banyak lupa), atau yang lainnya. Semuanya memiliki karakter gaya penuturan bahasa yang berbeda.<span id="more-175"></span></p>
<p>Ditengah pikir-pikir itu, justru membuat saya mandek dalam menulis di blog. Sampai akhirnya saya putuskan untuk menulis dengan gaya saya sendiri, dengan terus meningkatkan kemampuan dalam membaca, berfikir dan menulis. Kalo kata orang psikologi &#8220;be yourself&#8221;. Kira-kira penjelasannya seperti ini:</p>
<blockquote><p>Be yourself adalah tahapan awal seseorang untuk menjadi diri sendiri. Tahapan ini menuntutnya untuk berjuang memahami keberadaan dirinya atau aktualisasi, lalu membangun keyakinan tentang keberadaan dirinya itu. Diri pribadi yang mandiri, yang tidak tergerus pengaruh, yang tidak tergoda menjadi orang lain, apalagi mengekor nama besar orang lain. Ia tidak merasa kecil karena keterbatasannya. Ia tidak rendah hati dengan kekurangannya. Karena, ia merasa yakin, ia akan menjadi “seseorang” dengan menjadi dirinya sendiri itu. (Silahkan baca lebih lengkap <a href="http://blog.liputan6.com/2008/12/24/the-spirit-of-suket/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/blog.liputan6.com');" target="_blank">disini</a>)</p></blockquote>
<p>Menjadi diri sendiri dalam menulis di blog merupakan hal yang sangat penting karena merupakan dasar untuk melangkah lebih besar lagi. Yakni untuk menjadi Know Yourself dan Give Yourself. Penjelasannya silahkan baca <a href="http://blog.liputan6.com/2008/12/24/the-spirit-of-suket/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/blog.liputan6.com');" target="_blank">disini</a>.</p>
<p>Bagi yang memulai menulis blog, &#8220;be yourself&#8221; adalah langkah penting? Bagaimana menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/be-yourself-langkah-penting-memulai-ngblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
