Posted 14 Apr 2008 — by Mahmudi Siwi
Category Sociology
Aguste Comte (1798-1857)
Banyak ahli-ahli sosiologi baik di Indonesia maupun Internasional mengenal tokoh ini sebagai Bapak Sosiologi. Menurut Aguste Comte sosiologi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu social statistics dan social dynamics.
Sebagai social statistics, ilmu sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara sebagai social dynamics, ilmu sosiologi meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan mengalami perkembangan sepanjang masa.
Tiga tahap perkembangan pikiran manusia:
- Tahap teologis, ialah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia ini mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang berada di atas manusia.
- Tahap metafisis, pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada diatas manusia.
- Tahap positif, merupakan tahap di mana manusia telah sanggup untuk berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.
Popularity: 100% [?]
Posted 08 Apr 2008 — by Mahmudi Siwi
Category Ecology
Ilmu mengenai lingkungan atau tentang ekologi telah berkembang seiring dengan semakin meningkatnya perhatian “ilmuwan” atau manusia terhadap kelestarian bumi/lingkungan. Salah satunya keilmuan yang berkembang adalah psikologi lingkungan.
Avin Fadilla Helmi (1999) menyebutkan bahwa psikologi lingkungan merupakan ilmu perilaku yang berkaitan dengan lingkungan fisik, merupakan salah satu cabang ilmu Psikologi yang tergolong masih muda. Teori-teori psikologi lingkungan dipengaruhi, baik oleh tradisi teori besar yang berkembang dalam disiplin ilmu Psikologi maupun diluar ilmu psikologi. Grand theories yang sering diaplikasikan dalam psikologi lingkungan seperti misalnya teori kognitif, teori behavioristik, dan teori medan. (maaf bersambung….)
Popularity: 11% [?]
Ketika waktu terus berjalan….
Mengiringi setiap detak langkahmu menuju yang lebih baik…
Awali semua langkahmu dengan penuh keyakinan
Popularity: 4% [?]
Posted 28 Mar 2008 — by Mahmudi Siwi
Category CSR
Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev, walau keduanya tidaklah dapat disamakan. Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kelompok-kelompok paling tidak beruntung, dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya.
Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena aspek struktural, kultural, atau penyebab lain, berada di posisi kurang beruntung. Kelompok ini adalah yang paling rentan menghadapi berbagai kondisi, termasuk kemungkinan dampak negatif perusahaan. Karenanya menjadi penting memetakan kelompok masyarakat ini, kemudian dibuat program khusus (Comdev) untuk mengurangi kerentanan tersebut. Alyson Warhurst berpendapat, hubungan CSR dan masyarakat terwujud dalam empat hal utama: Comdev, pengikutsertaan (pemrioritasan) kesempatan kerja dan usaha, pembiayaan sesuai kerangka legal, dan tanggapan atas harapan kelompok kepentingan.
Pengkategorian Warhust memperjelas bahwa Comdev merupakan salah satu komponen sangat penting CSR. (Sumber: CSR Indonesia)
Popularity: 14% [?]