KELEMBAGAAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA MISKIN PADA MASYARAKAT PETANI DAN NELAYAN

14 Comments
Tags: , , ,
Posted 27 Apr 2009 in Kuliah


pergi memancing

pergi memancing

Oleh: Mahmudi Siwi

Paradigma pembangunan nasional telah bergeser dari pendekatan top down ke arah pendekatan yang lebih mengutamakan peran aktif masyarakat, salahsatunya melalui program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas diri dan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk untuk mengatasi kemiskinan.

Penelitian  “Kelembagaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Miskin pada Masyarakat Petani dan Nelayan”  ini bertujuan untuk memahami peran kelembagaan dalam proses pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan.  Untuk menjelaskan tujuan tersebut, maka secara khusus penelitian ini akan menggali dan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menganalisis kelembagaan lokal dalam pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan.
  2. Menggambarkan dan menganalisis proses-proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan
  3. Merumuskan strategi pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat setempat dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebuah gambaran yang menyeluruh tentang kelembagaan lokal dalam proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada 2 (dua) komunitas yang berbeda, yakni komunitas petani dan komunitas nelayan. Secara terperinci keluaran penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Deksripsi mengenai kelembagaan lokal yang mendukung dan menghambat dalam upaya pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan,
  2. Proses-proses pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan,
  3. Strategi pemberdayaan ekonomi keluarga pada masyarakat petani dan nelayan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat setempat dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dan
  4. Model pemberdayaan ekonomi keluarga miskin pada masyarakat petani dan nelayan untuk penanggulangan kemiskinan.

Penelitian ini akan dilaksanakan secara kualitatif dengan strategi studi kasus di dua lokasi berbeda dan komunitas yang berbeda, yakni petani dan nelayan. Pada masing-masing komunitas akan dilakukan pengamatan, wawancara mendalam dan FGD dengan responden keluarga miskin.

Tulisan ini merupakan sinopsis penelitian S2 saya untuk persyaratan pendaftaran sekolah pascasarjana IPB. Semoga ini merupakan langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik… Amiin…

Popularity: 19% [?]


14 Comments

  1. semangat ya kang…

  2. wid

    Semoga cepat rampung, dan sukses.

  3. euis sunarti

    good-luck
    jika memungkinkan, silahkan gabung dalam penelitian saya yang relevan dengan rencana thesisnya…

  4. Saya sudah balas EMAIL dan di SMS mas ;)

  5. suherman

    mengundang ke suherman-blog.

  6. saya tunggu penelitiannya buat kami??????

  7. ya, semoga saja hanya sebuah paradigma… dan semoga saja bisa menjadi yang terbaik, apalagi ditambah dengan jor-joran ide dunia presiden….
    Salam dariku.

  8. @ Sugianto: baik, jk sdh selesai akan dipublikasi di blog ini

  9. terimakasih atas undangan blognya

  10. @Ibu Euis Sunarti: terimakasih Bu. InsyaAllah jk diperkenankan, saya jg ingin gabung dgn penelitian Ibu, biar dpt arahan dan bimbingan.

  11. Andhiko Dwi Saputro

    wow keren2…penelitiannya….
    interesting..

  12. Berkunjung Mas…
    Semoga Sukses….

  13. hal-hal apa sajakah yang sebenarnya harus dilakukan agar pemberian bantuan pemberdayaan ekonomi keluarga miskin dapat efektif karena realitanya masih saja terdapat program yang salah sasaran,bantuan tidak diberdayakan dengan optimal, dan masih banyak kekurangan di sana-sini dalam hal prosedur pemberian bantuan..?

  14. kak,,berdasarkan sedikit tulisan dari kakak,,yang menjadi arahan itu kan kelembagaan lokal,,kelembagaan lokal itu sama nggak kaya kearifan lokal??
    melihat proses penelitiannya dengan wawancara dan FGD,,sangat KPM banget!!hehe..



Add Your Comment