Sebagai suatu konsep, istilah paradigma (paradigm) pertama kali dikenalkan oleh Thomas Kuhn dalam karyanya The Structure of Scientific Revolution (1962). Sebagaimana diketahui Karya Thomas Kuhn menempati posisi sentral di tengah-tengah perkembangan sosiologi selama kurang lebih dua dekade terakhir ini. Kuhn menawarkan suatu cara yang bermanfaat terhadap para sosiolog dalam mempelajari disiplin ilmu mereka. Konsep paradigma yang diperkenalkan Kuhn kemudian dipopulerkan oleh Robert Friedrichs melalui bukunya Sociology of Sociology (1970).
Tujuan utama Kuhn dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution itu adalah untuk menantang asumsi yang berlaku umum dikalangan ilmuwan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan. Kalangan ilmuwan pada umumnya berpendirian bahwa perkembangan atau kemajuan ilmu pengetahuan itu terjadi secara komulatif. Pandangan demikian mendapatkan dukungan antara lain dengan melalui penerbitan buku teks yang memberikan kesan yang sama bahwa ilmu berkembang secara komulatif. Kuhn menilai pandangan demikian sebagai mitos yang harus dihilangkan. Inti tesis Kuhn adalah bahwa perkembangan ilmu pengetahuan bukanlah terjadi secara komulatif tetapi terjadi secara revolusi. Ia berpendapat bahwa sementara komulatif memainkan peranan dalam perkembangan ilmu pengetahuan, maka sebenarnya perubahan utama dan penting dalam ilmu pengetahuan itu terjadi sebagai akibat dari revolusi.
Kuhn melihat bahwa ilmu pengetahuan pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma tertentu. Yakni suatu pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) dari suatu cabang ilmu.
Konsep paradigma yang digunakan oleh Kuhn dapat dielompokkan kedalam 3 (tiga) tipe:
- Paradigma Metafisik (metaphisical paradigm),
- Paradigma yang bersifat sosiologis (sociological paradigm),
- Paradigma konstrak (construct paradigm)
Popularity: 12% [?]

arigatou infonya.. ^_^
coz ana baru mau masuk sosio,,jadi masih awam..