<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># perjalanan dan berbagi # &#187; comdev</title>
	<atom:link href="http://mahmudisiwi.net/tag/comdev/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahmudisiwi.net</link>
	<description>Hidup harus memberi manfaat...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 02:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Beda CSR dengan Community Development</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/beda-csr-dengan-community-development/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/beda-csr-dengan-community-development/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[comdev]]></category>
		<category><![CDATA[corporate]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[stakeholder]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev, walau keduanya tidaklah dapat disamakan. Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kelompok-kelompok paling tidak beruntung, dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya. Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev, walau keduanya tidaklah dapat disamakan. Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kelompok-kelompok paling tidak beruntung, dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya.</p>
<p>Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting. Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena aspek struktural, kultural, atau penyebab lain, berada di posisi kurang beruntung. Kelompok ini adalah yang paling rentan menghadapi berbagai kondisi, termasuk kemungkinan dampak negatif perusahaan. Karenanya menjadi penting memetakan kelompok masyarakat ini, kemudian dibuat program khusus (Comdev) untuk mengurangi kerentanan tersebut. Alyson Warhurst berpendapat, hubungan CSR dan masyarakat terwujud dalam empat hal utama: Comdev, pengikutsertaan (pemrioritasan) kesempatan kerja dan usaha, pembiayaan sesuai kerangka legal, dan tanggapan atas harapan kelompok kepentingan.</p>
<p>Pengkategorian Warhust memperjelas bahwa Comdev merupakan salah satu komponen sangat penting CSR. (Sumber: CSR Indonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/beda-csr-dengan-community-development/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Community Development</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/community-development/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/community-development/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 08:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ComDev]]></category>
		<category><![CDATA[comdev]]></category>
		<category><![CDATA[community]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada beberapa literatur menyatakan bahwa lingkup community development dibatasi pada aspek-aspek pelayanan sosial, pemberdayaan dan pengembangan hubungan sosial yang terfokus pada komunitas lokal. Bagi perusahaan community development bagi sebuah merupakan strategi untuk: (i) memperoleh izin lokal bagi pengelolan sumberdaya sekitar dan dalam rangka pengembangan usahanya secara berkelanjutan; (ii) mengatur dan menciptakan strategi pengembangan usaha untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada beberapa literatur menyatakan bahwa lingkup community development dibatasi pada aspek-aspek pelayanan sosial, pemberdayaan dan pengembangan hubungan sosial yang terfokus pada komunitas lokal.   Bagi perusahaan community development  bagi sebuah merupakan strategi untuk:  (i) memperoleh izin lokal bagi pengelolan sumberdaya sekitar  dan dalam rangka pengembangan usahanya secara berkelanjutan; (ii) mengatur dan menciptakan strategi pengembangan usaha untuk mencapai sasaran usaha; dan (iii) sebagai wujud dari tanggungjawab dalam sistem kehidupan yang berkelanjutan, baik secara sosial, ekonomi dan ekologi.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Sebaliknya bagi warga komunitas, community development merupakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas hubungan sosial dengan perusahaan.  Dalam hal ini, keberlanjutan usaha dan aktivitas community development sangat tergantung pada dukungan masyarakat terhadap keberadaan perusahan tersebut.  Dengan demikian antara komunitas setempat dan perusahaan bukanlah dua komunitas yang terpisah, melainkan sebagai bagian satu sama lain.</p>
<p>Sesuai dengan lingkup community development maka studi ini merupakan sarana bagi: (i)  Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar, termasuk dalam hal ini adalah kemampuan dalam menciptakan kader-kader agen perubahan yang berasal dari komunitas setempat.   (ii) Pengembangan kemampuan hubungan sosial dengan mitra-mitra terkait dalam usaha mengatasi permasalahan-permasalahan yang bersifat teknis keprofesian warga komunitas setempat.  Masalah teknis keprofesian merupakan bidang yang menjadi perhatian dalam melibatkan stakeholder lain  sehingga terjadi koordinasi yang kuat antar stakeholder.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/community-development/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
