<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># perjalanan dan berbagi # &#187; ekologi manusia</title>
	<atom:link href="http://mahmudisiwi.net/tag/ekologi-manusia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahmudisiwi.net</link>
	<description>Hidup harus memberi manfaat...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 02:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Beda Ekologi Politik dan Politik Lingkungan</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 02:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ecology]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi politik]]></category>
		<category><![CDATA[mahmudi siwi]]></category>
		<category><![CDATA[politik lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (cultural ecology). Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (political ecology) (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan. Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_120" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-120" title="pantai-desa-cigadog-garut" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai di Desa Cigadog, Garut</p></div>
<p>Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (<em>cultural ecology).</em> Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik  itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (<em>political ecology</em>)  (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang  mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan.  Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan lingkungan tidaklah  bersifat netral, melainkan merupakan suatu bentuk <em>politized environment</em> dimana banyak melibatkan aktor-aktor yang berkepentingan baik pada tingkat lokal, regional, maupun global (Bryant 2001) .<span id="more-249"></span></p>
<p>Terdapat beberapa definisi ekologi politik, antara lain  (1)  mempelajari sumber, kondisi dan implikasi politik dari perubahan  lingkungan hidup (Bryant and Bailey 1997); (2) mempelajari  saling-ketergantungan (interdependence) antara unit politik &amp;  saling-keterkaitan (inter-relationship) antar unit politik dengan  lingkungan hidupnya, terutama yang berkenaan dgn konsekuensi politik  dari perubahan lingkungan (Hempel 1996: 150); (3) mempelajari relasi  yang kompleks antara masyarakat dan lingkungan hidupnya melalui analisis  yang cermat atas akses dan kontrol terhadap sumber daya alam  serta  implikasinya bagi kesehatan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan  (Watts 2000: 257); dan (4) Merupakan kombinasi kajian ekologi dan  ekonomi politik (Blaikie &amp; Brookfield 1987).</p>
<p>Sementara antara ekologi politik dan politik lingkungan hidup  (environmental politics) yang seringkali dipersamakan itu ternyata  menurut Bryant dan Bailey (2001) memiliki perbedaan yang cukup mendasar.  Politik lingkungan merupakan bidang kajian dalam ilmu politik terhadap  masalah lingkungan, yakni meneliti dampak isu lingkungan terhadap proses  politik formal serta peran negara dalam pengelolaan lingkungan. Jadi,  perhatian utama kajian ini adalah “only considers the environment in so  far as it intrudes on the formal political process” (Bryant dan Bailey  2001) . Karena itulah, politik lingkungan dianggap berperspektif  teknosentrik daripada ekosentrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia 2009</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[KKTM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas. Tujuan Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tujuan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Mengembangkan penalaran mahasiswa agar mampu berfikir secara kritis dan analitis, menemukenali permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, serta menggagas berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan mengoptimalkan pertimbangan terhadap kearifan lokal.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">A. Tema</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">“Inovasi Ekologi Manusia dalam Mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat”</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">B. Bidang Ilmu yang Dikompetisikan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Seluruh bidang pengetahuan yang berkaitan dengan ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Bidang ilmu yang dikompetisikan dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh bidang ilmu yang ditekuni</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">C. Persyaratan Peserta</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta KKTM adalah mahasiswa yang sedang atau sudah mempelajari ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait dengan ekologi manusia dan bersedia mengikuti kegiatan “Conference of Human Ekologi Student of Indonesia (COHESI)”, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24-25 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta dapat berkelompok 2-3 orang atau perseorangan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Setiap perguruan tinggi boleh mengirimkan maksimal 5 karya tulis ilmiah</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada kompetisi lain di luar dan di dalam lingkup Ditjen Dikti, kecuali pada rangkaian proses KKTM ini (informasi lebih lengkap: website: http//fema.ipb.ac.id/bem)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">D. Jadwal Perlombaan</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Pendaftaran peserta “DIPERPANJANG” bersamaan dengan batas waktu pengumpulan karya tulis, yaitu pada tanggal  2 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta atau masing-masing kelompok membayar biaya pendaftaran:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebelum tanggal 7 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tanggal 8-20 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tanggal 20 September-2 Oktober akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,-/kelompok</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Pembayaran melalui rekening BRI a.n. Aminia Novriani dengan 0916 01 023786 53 3</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Naskah karya tulis sudah harus diterima panitia (softcopy dan hardcopy) selambat-lambatnya pada tanggal 2 Oktober 2009. (Soft copy dapat dikirimkan melalui email cohesi)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Alamat:</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ruang Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia, IPB</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Gedung FEMA IPB</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Telp./fax: 0251-8629227</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Email: cohesi_ipb@yahoo.com</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Website: http//fema.ipb.ac.id/bem</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Peserta KKTM yang terpilihsebagai 5 karya terbaik dari semua perguruan tinggi berhak mempresentasikan karyanya di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24 Oktober 2009</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">E. Hadiah</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara I : sebesar Rp. 2.500.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara II : sebesar Rp. 1.500.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Juara III : sebesar Rp. 1.000.000,00 dan trophy</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Panduan dan formulir pendaftaran dapat di download disini.</div>
<p><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/09/DSC_0166.JPG" onclick=""><img class="alignright size-medium wp-image-226" title="DSC_0166" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/09/DSC_0166-300x198.jpg" alt="DSC_0166" width="300" height="198" /></a>Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB akan menyelenggarakan Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Ekologi Manusia tingkat nasional, yang merupakan hasil kerjasama BEM FEMA IPB dengan Diretorat Akademik Ditjend Dikti, Depdiknas.</p>
<h4>Tujuan</h4>
<ol>
<li>Mengembangkan iklim akademis yang kondusif untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, dalam bentuk karya tulis yang komunikatif dan disampaikan mengikuti kaidah ilmiah baik secara tertulis maupun lisan.</li>
<li>Mengembangkan penalaran mahasiswa agar mampu berfikir secara kritis dan analitis, menemukenali permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, serta menggagas berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan mengoptimalkan pertimbangan terhadap kearifan lokal.<span id="more-224"></span></li>
</ol>
<h4>Tema</h4>
<p>“Inovasi Ekologi Manusia dalam Mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat”</p>
<h4>Bidang Ilmu yang Dikompetisikan</h4>
<ol>
<li>Seluruh bidang pengetahuan yang berkaitan dengan ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait</li>
<li>Bidang ilmu yang dikompetisikan dapat diikuti oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh bidang ilmu yang ditekuni</li>
</ol>
<h4>Persyaratan Peserta</h4>
<ul>
<li>Peserta KKTM adalah mahasiswa yang sedang atau sudah mempelajari ekologi manusia dan ilmu lainnya yang terkait dengan ekologi manusia dan bersedia mengikuti kegiatan “Conference of Human Ekologi Student of Indonesia (COHESI)”, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24-25 Oktober 2009</li>
<li>Peserta dapat berkelompok 2-3 orang atau perseorangan</li>
<li>Setiap perguruan tinggi boleh mengirimkan maksimal 5 karya tulis ilmiah</li>
<li>Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada kompetisi lain di luar dan di dalam lingkup Ditjen Dikti, kecuali pada rangkaian proses KKTM ini (informasi lebih lengkap: website: <a href="http//fema.ipb.ac.id/bem" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/fema.ipb.ac.id');">http//fema.ipb.ac.id/bem</a>)</li>
</ul>
<h4>Jadwal Perlombaan</h4>
<ul>
<li>Pendaftaran peserta bersamaan dengan batas waktu pengumpulan karya tulis, yaitu pada tanggal  2 Oktober 2009</li>
<li>Peserta atau masing-masing kelompok membayar biaya pendaftaran:</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Sebelum tanggal 7 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000,-/kelompok</li>
<li>Tanggal 8-20 September hanya akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,-/kelompok</li>
<li>Tanggal 20 September-2 Oktober akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 75.000,-/kelompok</li>
<li>Pembayaran melalui rekening BRI a.n. Aminia Novriani dengan 0916 01 023786 53 3</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Naskah karya tulis sudah harus diterima panitia (softcopy dan hardcopy) selambat-lambatnya pada tanggal 2 Oktober 2009. (Soft copy dapat dikirimkan melalui email cohesi)</li>
</ul>
<blockquote><p>Alamat:  Ruang Kemahasiswaan Fakultas Ekologi Manusia, IPB</p>
<p>Gedung FEMA IPB, Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680</p>
<p>Telp./fax: 0251-8629227</p>
<p>Email: cohesi_ipb@yahoo.com</p>
<p>Website: http//fema.ipb.ac.id/bem</p></blockquote>
<ul>
<li>Peserta KKTM yang terpilihsebagai 5 karya terbaik dari semua perguruan tinggi berhak mempresentasikan karyanya di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 24 Oktober 2009</li>
</ul>
<h4>Hadiah</h4>
<ol>
<li>Juara I : sebesar Rp. 2.500.000,00 dan trophy</li>
<li>Juara II : sebesar Rp. 1.500.000,00 dan trophy</li>
<li>Juara III : sebesar Rp. 1.000.000,00 dan trophy</li>
</ol>
<h4>Panduan dan Formulir Pendaftaran</h4>
<p>Panduan dan formulir pendaftaran dapat di download <a href="http://fema.ipb.ac.id/bem/?page_id=65" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/fema.ipb.ac.id');">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/kompetisi-karya-tulis-mahasiswa-bidang-ekologi-manusia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku: Ekologi Manusia (Penerbit: Fakultas Ekologi Manusia IPB)</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/resensi-buku-ekologi-manusia-penerbit-fakultas-ekologi-manusia-ipb/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/resensi-buku-ekologi-manusia-penerbit-fakultas-ekologi-manusia-ipb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 14:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ecology]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[resensi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini menghimpun pemikiran dan diskursus tentang pemikiran ekologi manusia yang semula berserakan menjadi satu himpunan epistimologi ekologi manusia yang koheren. Buku yang ditulis oleh staf pengajar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor ini hendak menjadi saksi bagaimana perspektif ekologi diaplikasikan atau diamalgamasikan ke dalam tataran teori atau konsep-konsep sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, gizi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img style="margin: 6px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3462/3185114536_b630561855.jpg?v=0" alt="Buku Ekologi Manusia" width="160" height="245" /><p class="wp-caption-text">Buku Ekologi Manusia</p></div>
<p>Buku ini menghimpun pemikiran dan diskursus tentang pemikiran ekologi manusia yang semula berserakan menjadi satu himpunan epistimologi ekologi manusia yang koheren. Buku yang ditulis oleh staf pengajar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor ini hendak menjadi saksi bagaimana perspektif ekologi diaplikasikan atau diamalgamasikan ke dalam tataran teori atau konsep-konsep sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, gizi, ilmu keluarga, gender dan kependudukan. Buku ini juga hendak memberi kesaksian bagaimana paradigma dan etika ekologi telah menjadi inspirasi dan membuka ruang baru bagi lahirnya gerakan ekofeminisme, gerakan konsumen hijau, gerakan pertanian organik dan gerakan pengembangan masyarakat yang bernuansa ekologis, pluralistik, lebih adil dan lebih bermartabat.<span id="more-163"></span></p></blockquote>
<blockquote><p>Sehingga terbentuknya Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dengan tiga departemennya yang bernaung dibawahnya Departemen Gizi Masyarakat, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, serta Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, harus dipandang sebagai buah pergulatan tanpa henti dari para staf pengajar dalam mencari, menekuni dan menempatkan identitas, epistimologi dan ontologi keilmuannya selama lebih dari 35 tahun terakhir. Fakultas baru ini tidak hanya merupakan refleksi perkembangan kontemporer ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kehendak untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan Indonesia yang semakin kompleks, kehidupan sosial ekonomi dan kependudukan yang saling terkait dengan kerusakan sumberdaya alam dan pencemaran lingkungan, serta sebagai respon bergesernya paradigma (pandangan dunia) mekanistik ke paradigma ekologi sebagaimana ditunjukkan oleh bergesernya bandul kehidupan politik Indonesia dari monopolitik ke pluralistik, dari sentralisasi ke desentralisasi, dari otoriter ke demokrasi dan dari orientasi <em>top-down</em> ke <em>bottom-up</em>.</p></blockquote>
<p>Begitulah kira-kira penggalan pengantar dari editor buku ini (Dr. Soeryo Adiwibowo). Saya memang belum membaca secara keseluruhan buku ini (kira-kira 450 halaman), tapi buku ini sangatlah tepat bagi yang ingin belajar ekologi manusia atau paradigma ekologi dari perkembangan teori hingga perkembangan konsep-konsepnya. Bisa kita lihat dari daftar isi dan para penulis buku ini:</p>
<ul>
<li>Pengantar Rektor IPB</li>
<li>Pengantar Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB</li>
<li>Pengantar Editor: Ekologi Manusia: Mata Air Integrasi Ilmu Alam dan Ilmu Sosial (Soeryo Adiwibowo)</li>
<li>Bagian I – Fondasi, Teori dan Diskursus Ekologi Manusia</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Paradigma, Perspektif dan Etika Ekologi (Soeryo Adiwibowo)</li>
<li>Antropologi Budaya, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik (Arya Hadi Dharmawan)</li>
<li>Antropologi Ekologi (Saharuddin)</li>
<li>Sosiologi Lingkungan (Titik Sumarti)</li>
<li>Ekologi Politik (Arif Satria)</li>
<li>Ekologi Keluarga (Euis Sunarti)</li>
<li>Gizi, Pangan dan Sistem Ekologi Manusia (Hardinsyah)</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li>Bagian II – Pembangunan Pertanian Berbasis Ekologi</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Pertanian Berkelanjutan (Satyawan Sunito)</li>
<li>Moda Produksi Multi Suku dalam Pengelolaan Sumber-sumber Agraria (Endriatmo Soetarto)</li>
<li>Paradigma Ekologi Budaya untuk Pengembangan Pertanian Padi (MT. Felix Sitorus)</li>
<li>Ekologi Politik Kapas Transgenik (Rina Mardiana)</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li>Bagian III – Ekofeminisme, Gender dan Konsumen Hijau</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Gender, Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan (Siti Sugiah M.Mugniesyah)</li>
<li>Ekofeminisme (Melani Abdulkadir-Sunito dan Ekawati Sri Wahyuni)</li>
<li>Gender dan Keluarga (Herien Puspitawati dan Diah Krisnatuti)</li>
<li>Gerakan Konsumen Hijau (Ujang Sumarwan dan MD. Djamaluddin)</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li>Bagian IV – Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekologi</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Komunikasi dalam Perspektif Ekologi Manusia (Sumardjo)</li>
<li>Komunikasi menuju Komunitas Pembelajar (Djuara Lubis)</li>
<li>Lingkungan Hidup, Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Hardinsyah, Saharuddin dan Titik Sumarti)</li>
<li>Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekologi dan Keadilan Sosial (Fredian Tonny Nasdian)</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li>Bagian V – Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Penduduk, Organisasi, Lingkungan dan Teknologi (Said Rusli dan Ekawati Sri Wahyuni)</li>
<li>Manajemen Kesehatan dan Lingkungan (Clara M. Kusharto dan Suprihatin Guhardja)</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li>Bagian VI &#8211; Pendidikan Tinggi Ekologi Manusia</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Pengembangan Ilmu dan Pendidikan Tinggi Ekologi Manusia (Hardinsyah, Hidayat Syarief dan Sediono M.P. Tjondronegoro)</li>
<li>Pendidikan Tinggi Ekologi Manusia di IPB (Budi Setiawan, Evy Damayanthi, Hartoyo, Gunardi, Lala M. Kolopaking dan Suprihatin Guhardja)</li>
<li>Mata Kuliah Ekologi Manusia di S-1IPB (Jalal dan Rina Mardiana)</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Bagi yang berminat ingin memiliki buku ini, bisa melakukan pemesanan melalui saya dengan biaya Rp 150.000,- belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan bisa melalui kotak komentar atau email ke fema_ipb@yahoo.co.id. Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/resensi-buku-ekologi-manusia-penerbit-fakultas-ekologi-manusia-ipb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekologi Manusia: Sosiologi Lingkungan?</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/ekologi-manusia-sosiologi-lingkungan/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/ekologi-manusia-sosiologi-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 14:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sociology]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[sosiologi lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda berkenalan dengan seseorang, dan kemudian orang tersebut memperkenalkan diri sebagai sosiolog lingkungan, akan terbersit dalam pikiran anda apa yang dilakukan seorang sosiolog dengan lingkungan? Sosiolog adalah seseorang yang mempelajari masyarakat, dari lingkup kelompok, komunitas, masyarakat, bangsa sampai negara, dalam konteks pedesaan, perkotaan, perbatasan, pesisir, hutan, perkebunan, tanaman pangan, Daerah Aliran Sungai (DAS), sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-120 alignleft" style="margin: 6px;" title="pantai-desa-cigadog-garut" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut-300x199.jpg" alt="Pantai di Desa Cigadog, Garut" width="300" height="199" /></p>
<p>Jika anda berkenalan dengan seseorang, dan kemudian orang tersebut memperkenalkan diri sebagai sosiolog lingkungan, akan terbersit dalam pikiran anda apa yang dilakukan seorang sosiolog dengan lingkungan? Sosiolog adalah seseorang yang mempelajari masyarakat, dari lingkup kelompok, komunitas, masyarakat, bangsa sampai negara, dalam konteks pedesaan, perkotaan, perbatasan, pesisir, hutan, perkebunan, tanaman pangan, Daerah Aliran Sungai (DAS), sampai industri. Apakah ia juga mempelajari lingkungan (alam)?</p>
<p>Sosiologi lingkungan merupakan kajian komunitas dalam arti yang sangat luas (Bell 1998). Orang, binatang, lahan dan tanaman yang tumbuh di atasnya, air, udara – semuanya memiliki hubungan kait mengait yang sangat erat. Bersama-sama mereka membentuk semacam solidaritas, yang kemudian kita sebut dengan ekologi. Seperti dalam banyak komunitas, mereka juga mengalami konflik ditengah-tengah hubungan tersebut. Sosiolog lingkungan mengkaji komunitas terluas tersebut dengan maksud untuk memahami asal usul, dan solusi yang diusulkan dari seluruh konflik sosial dan biofisik yang sangat nyata.<span id="more-115"></span></p>
<p>Masalah lingkungan tidak hanya  berupa masalah teknologi dan industri, ekologi dan biologi, pengendalian polusi dan pencegahan polusi. Masalah lingkungan juga berupa masalah sosial. Masalah lingkungan adalah masalah bagi masyarakat – merupakan masalah yang mengancam pola-pola organisasi sosial yang ada dalam masyarakat. Adalah manusia yang menciptakan masalah lingkungan, dan manusia juga yang harus mencari jalan keluarnya. Berangkat dari hal inilah dibutuhkan kehadiran teori sosiologi lingkungan.</p>
<p>Ekologi sering digambarkan sebagai kajian tentang komunitas alam. Sementara sosiologi digambarkan sebagai kajian tentang komunitas manusia. Sosiologi lingkungan merupakan kajian keduanya secara bersama-sama, dimana bumi yang satu harus kita tinggali bersama-sama, kadang-kadang dengan rasa enggan (tidak suka), dengan manusia lain, bentuk kehidupan lain, dan batu, air, tanah dan udara yang mendukung seluruh kehidupan.</p>
<blockquote><p>(Catatan: tulisan ini adalah kutipan sebagian dari buku Ekologi Manusia yang diterbitkan oleh Fakultas Ekologi Manusia IPB. Bagi yang tertarik untuk memiliki buku ini bisa menghubungi saya dengan biaya Rp 150.000,- belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan bisa melalui kotak komentar. Terimakasih.)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/ekologi-manusia-sosiologi-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
