<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title># perjalanan dan berbagi # &#187; ekologi</title>
	<atom:link href="http://mahmudisiwi.net/tag/ekologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahmudisiwi.net</link>
	<description>Hidup harus memberi manfaat...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Aug 2010 02:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Beda Ekologi Politik dan Politik Lingkungan</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 02:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ecology]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi politik]]></category>
		<category><![CDATA[mahmudi siwi]]></category>
		<category><![CDATA[politik lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (cultural ecology). Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (political ecology) (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan. Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_120" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><a href="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut.jpg" onclick=""><img class="size-medium wp-image-120" title="pantai-desa-cigadog-garut" src="http://mahmudisiwi.net/wp-content/uploads/2009/01/pantai-desa-cigadog-garut-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai di Desa Cigadog, Garut</p></div>
<p>Forsyth (2003) menjelaskan bahwa pendekatan ekologi politik merupakan kelanjutan dari kajian ekologi budaya (<em>cultural ecology).</em> Mencermati persoalan sumberdaya alam sebagai persoalan sosial-politik  itulah yang menjadi fokus dari pendekatan ekologi politik (<em>political ecology</em>)  (Satria, 2008) . Ekologi politik merupakan bidang kajian yang  mempelajari aspek-aspek sosial politik terhadap pengelolaan lingkungan.  Asumsi pokok dalam ekologi politik bahwa perubahan lingkungan tidaklah  bersifat netral, melainkan merupakan suatu bentuk <em>politized environment</em> dimana banyak melibatkan aktor-aktor yang berkepentingan baik pada tingkat lokal, regional, maupun global (Bryant 2001) .<span id="more-249"></span></p>
<p>Terdapat beberapa definisi ekologi politik, antara lain  (1)  mempelajari sumber, kondisi dan implikasi politik dari perubahan  lingkungan hidup (Bryant and Bailey 1997); (2) mempelajari  saling-ketergantungan (interdependence) antara unit politik &amp;  saling-keterkaitan (inter-relationship) antar unit politik dengan  lingkungan hidupnya, terutama yang berkenaan dgn konsekuensi politik  dari perubahan lingkungan (Hempel 1996: 150); (3) mempelajari relasi  yang kompleks antara masyarakat dan lingkungan hidupnya melalui analisis  yang cermat atas akses dan kontrol terhadap sumber daya alam  serta  implikasinya bagi kesehatan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan  (Watts 2000: 257); dan (4) Merupakan kombinasi kajian ekologi dan  ekonomi politik (Blaikie &amp; Brookfield 1987).</p>
<p>Sementara antara ekologi politik dan politik lingkungan hidup  (environmental politics) yang seringkali dipersamakan itu ternyata  menurut Bryant dan Bailey (2001) memiliki perbedaan yang cukup mendasar.  Politik lingkungan merupakan bidang kajian dalam ilmu politik terhadap  masalah lingkungan, yakni meneliti dampak isu lingkungan terhadap proses  politik formal serta peran negara dalam pengelolaan lingkungan. Jadi,  perhatian utama kajian ini adalah “only considers the environment in so  far as it intrudes on the formal political process” (Bryant dan Bailey  2001) . Karena itulah, politik lingkungan dianggap berperspektif  teknosentrik daripada ekosentrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/beda-ekologi-politik-dan-politik-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Community Development</title>
		<link>http://mahmudisiwi.net/community-development/</link>
		<comments>http://mahmudisiwi.net/community-development/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 08:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mahmudi Siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ComDev]]></category>
		<category><![CDATA[comdev]]></category>
		<category><![CDATA[community]]></category>
		<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahmudisiwi.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada beberapa literatur menyatakan bahwa lingkup community development dibatasi pada aspek-aspek pelayanan sosial, pemberdayaan dan pengembangan hubungan sosial yang terfokus pada komunitas lokal. Bagi perusahaan community development bagi sebuah merupakan strategi untuk: (i) memperoleh izin lokal bagi pengelolan sumberdaya sekitar dan dalam rangka pengembangan usahanya secara berkelanjutan; (ii) mengatur dan menciptakan strategi pengembangan usaha untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada beberapa literatur menyatakan bahwa lingkup community development dibatasi pada aspek-aspek pelayanan sosial, pemberdayaan dan pengembangan hubungan sosial yang terfokus pada komunitas lokal.   Bagi perusahaan community development  bagi sebuah merupakan strategi untuk:  (i) memperoleh izin lokal bagi pengelolan sumberdaya sekitar  dan dalam rangka pengembangan usahanya secara berkelanjutan; (ii) mengatur dan menciptakan strategi pengembangan usaha untuk mencapai sasaran usaha; dan (iii) sebagai wujud dari tanggungjawab dalam sistem kehidupan yang berkelanjutan, baik secara sosial, ekonomi dan ekologi.<br />
<span id="more-3"></span><br />
Sebaliknya bagi warga komunitas, community development merupakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas hubungan sosial dengan perusahaan.  Dalam hal ini, keberlanjutan usaha dan aktivitas community development sangat tergantung pada dukungan masyarakat terhadap keberadaan perusahan tersebut.  Dengan demikian antara komunitas setempat dan perusahaan bukanlah dua komunitas yang terpisah, melainkan sebagai bagian satu sama lain.</p>
<p>Sesuai dengan lingkup community development maka studi ini merupakan sarana bagi: (i)  Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar, termasuk dalam hal ini adalah kemampuan dalam menciptakan kader-kader agen perubahan yang berasal dari komunitas setempat.   (ii) Pengembangan kemampuan hubungan sosial dengan mitra-mitra terkait dalam usaha mengatasi permasalahan-permasalahan yang bersifat teknis keprofesian warga komunitas setempat.  Masalah teknis keprofesian merupakan bidang yang menjadi perhatian dalam melibatkan stakeholder lain  sehingga terjadi koordinasi yang kuat antar stakeholder.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahmudisiwi.net/community-development/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
